Menjebak Pencuri Mangga
Entah
ide apa yang ada akan dilakukan Roni. Saat ini, ia sangat kesal dengan ulah
pencuri mangga. Meskipun sudah diberi pagar berduri, pencuri masih tetap nekat
“membersihkan” pohon mangga yang lebat berbuah. Padahal, roni dan ayahnya susah
payah merawat pohon mangganya.
“Yah, nanti malam kita coba menjebak pencuri. Sudah saatnya kita bertindak. Pencuri mangga itu sudah keterlaluan,” usul Roni. Ayahnya setuju.
Malam
yang dinantikan tiba. Sehabis salat berjamaah di masjid, Roni dan ayahnya
mengendap-endap di balik gubuk kecil —tempat melepas lelah— yang tidak jauh
dari pohon mangga. Keadaan di sekeliling cukup gelap.
Kresek! Tiba-tiba terdengar suara. Di bawah sinar bulan yang samar-samar, dua sosok tampak mendekati pohon mangga. Gerak-geriknya mencurigakan.
“Ini dia pencurinya,” gumam Roni.


